Hijrah

Sebagai makhluk yang dibekali akal dalam penciptaannya, sudah sepantasnya kita memiliki kelebihan dibanding makhluk lain (terutama binatang) yang akalnya tidak sempurna. Apalagi jika kemudian manusia itu merasa berilmu dan beriman, maka kelebihan itu semestinya jauh lebih banyak ketimbang yang terpandang bodoh dan kafir.

Jika binatang atau orang bodoh/kafir tidak mampu mengenali musuh ghoib (syetan), maka manusia berilmu/beriman harusnya mampu mendeteksi dan melawan musuh setan yang tak terdeteksi indera lahir ini.

Kemampuan melihat dan merasakan kehadiran musuh ghoib itulah letak kelebihan manusia berakal sempurna, berilmu dan beriman. Sinar ilmu dan iman itu, selanjutnya dimanfaatkan untuk refleksi menyoroti dosa diri yang ada di dalam jiwa.

Bukan sebaliknya, menjadi manusia yang setiap waktu selalu mengaku betul melulu dan setiap harinya merasa tanpa dosa. Karena jika ini terjadi, setiap diri akan merasa sempurna, kebal kritik, abai terhadap peringatan orang lain, dan mudah menuduh kafir/sesat saudara sebangsanya.

Sesungguhnya perwujudan dari kecanggihan ilmu manfaat dan iman adalah mampu membentuk pribadi yang jauh berpandangan serta lembut kemakrifatannya. Diantara perbandingan kelebihan antara orang umum dan orang beriman/berilmu adalah:

Pertama, kewajaran manusia umum tidak mampu melawan dan mengendalikan rasa amarah dan dendam akibat sempitnya penalaran. Namun bagi manusia yang berilmu manfaat dan memiliki iman mencorong, ilmu imannya akan mampu menjaga diri dari pengaruh perbuatan yang buruk itu.

Kedua, kewajaran manusia hanya dapat mencintai dan berusaha untuk mencukupi kebutuhan diri sendiri atau keluarganya saja. Sedangkan untuk untuk orang berilmu manfaat dan beriman murni, mereka dapat mencintai sesama manusia seperti ia mencintai diri sendiri. Praktik riilnya, hasil usaha mereka bukan untuk kekayaan pribadi, melainkan diperuntukkan bagi kebutuhan bersama agama, bangsa dan negara.

Sebab itu, mereka tidak memiliki musuh manusia. Hanya setan di dalam dada, musuh mereka. Setan yang selalu menghembuskan nafas permusuhan dan mendorong manusia untuk melancang aturan Allah.

Bagi manusia berilmu dan beriman, saat melihat bangsanya terkena cobaan dosa, tidaklah mengolok dan memusuhi. Tetapi mereka mendoakan saudaranya yang keliru itu, agar segera mendapatkan petunjuk benar dan ampunan dari Allah SWT.

Ketiga, kewajaran manusia umum hanya dapat mencintai ciptaan Allah seperti harta, hasil sumber daya alam, keluarga, dan segenap potensi langit bumi ini, tanpa mau menoleh Sang Pencipta, yakni Allah SWT. Mereka ini sulit untuk mengingat Allah, apalagi mencintaiNYA.

Namun bagi orang yang berilmu manfaat dan beriman beneran, mereka dapat sekaligus mencintai ciptaanNYA dan juga mencintai Penciptanya, yakni Allah SWT. Sekalipun keberadaan Allah itu ghoib dan tidak teraba indera lahir manusia.

Keempat, karakter umum manusia, wadah nalar hidupnya hanya mampu memuat pemikiran untuk kebutuhan masa dunia saja. Tetapi bagi orang yang berilmu manfaat dan iman bersinar, mereka mampu memikirkan persiapan bekal hidup di akhirat sekaligus melengkapi kebutuhan dunianya.

Bagi mereka ini, akhirat dan dunia adalah dua sisi yang saling mengaiti, tidak bisa dipisah-pisah dunia saja atau akhirat saja. Melarat atau sejahtera di akhirat, tergantung persiapan dari dunia. Di sinilah tempat bertanam investasi amal sosial, dan di akhirat bisa menuai panen ridlo ampunanNYA.

Oleh sebab itu, kita perlu hijrah mengalihkan pandangan hidup agar sesuai tujuan utama manusia diturunkan ke bumi raya ini. Berikut adalah upaya yang bisa kita coba sebelum ajal tiba.

Pertama, usahakan agar perdoman dasar hidup ini selalu merasakan dan menyadari adanya musuh yang samar atau ghoib, yang keberadaannya berdomisiliu di dalam hati manusia, yakni setan. Deteksi dini dan latihan mengetahui rencana operasi musuh ghoib ini, akan menjadikan kita hamba yang senantias prihatin, cerdas dan mawas.

Kedua, usahakan selalu instropeksi diri, sehingga mampu mendeteksi dan menyadari bahwa setiap diri kita selalu tersentuh dosa dalam setiap harinya.

Ketiga, usahakan mempunyai pemikiran bahwa hidup di bumi raya ini semata-mata berurusan dengan Allah Yang Murbing Dumadi dan semata mengemban amanat dari Allah SWT. Penyelesaian urusan itu akan dinilai hasil akhirnya saat kita wafat dan dibalasi pada hari kebangkitan nanti.

Keempat, usahakan punya pikiran bahwa kita hadir di dunia ini adalah karena diundang Allah SWT. Undangan tersebut bertujuan menguji kita selama hidup di dunia. Sedangkan materi ujiannya aalah semua tantangan dan permasalahan hidup. Siapa yang bernilai baik, itulah dasar masuk ke surga. Siapa yang bernilai buruk dari hasil ujiannya, itulah dasar hukuman siksa neraka.

Pembaca, momen hijrah selain berguna sebagai penanda pergantian sistem penanggalan, ia merupakan penagih perubahan buat kita semua, hamba muslimNYA. Ajakan saya kali ini, mari kita berganti posisi dari kemarin manusia biasa yang berperilaku seenaknya, berganti jadi manusia istimewa sesuai standar kebenaran orang berilmu beriman.

Hijrah dimaknai sebagai praktik “hidup lebih baik”, dari pola pikiran jahil ke model wawasan kamil. Banting setir dari kebiasaan umum yang berlaku keliru. Ganti kaset dari rekaman “kewajaran salah” menjadi ritme “kebenaran ilahiah”.

Sebagai pendukung ikhtiar itu, saya juga mengajak pembaca untuk berpuasa hari ini, besok pagi dan lusa nanti. Hari ini puasa Kamis, besok dan lusa adalah sunnah puasa tanggal 9 s/d 10 Muharram.

Semoga niat puasa itu dicatat dan diterima Allah SWT. Selain bermanfaat latihan olah keruhanian untuk diri kita sekeluarga, serambahan qunut puasa itu juga mudah-mudahan berdampak pertolongan kesabaran dan keprihatinan bagi saudara kita di Gaza yang sekarang terkena genosida.

Tentang Gus Adhim

| gembala desa | santri pembelajar selamanya di SPMAA | hobi fotografi untuk aksi filantropi | enthusiast of ICT & military | gadget collector | pengguna & penganjur F/OSS | IkhwaanuLinux | writerpreneur | backpacker | guru bahasa & TIK | pekerja sosial profesional |
Pos ini dipublikasikan di AdhiMind. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s