Rumah Rembulan

Wahai desa,
aku ingin kamu begitu saja
langitmu bersih membiru
angin berkerumun santun mengalun embun
nyiur pepohonan bersalaman helai dedaunan dan lambai rerumputan
menemani dan merekam malam berdawai temaram

Di anjungan rumah bambu itu
kami biasa bersila mematut dharma
jagongan menggali potensi syukur negeri
di bawah asuhan teduh rembulan, menyeruput air kehidupan
bergerak serentak, seorbit wirid para malaikatNYA

Jagongan di Rumah Rembulan

Desa,
kami mau kamu begitu saja
berdiam sepi dari amuk politisi
cukup cahaya dari langitNYA,
tanpa riuh loba kilat citra dan silau kamera media
akur bertutur dalam mufakat dan manfaat
lega bersenyawa tanpa cela SARA, tanpa jelaga jidat cendekia

Desa,
semoga Allah menjagamu begitu saja
berteman kerukunan, bersaudara keadilan
di pelukan nyaman rembulan
di sorot merdu lampu rumah bambu
di mana kami bisa rembugan tentang ketuhanan,
ngaji lesehan yang bebas dari syahwat profan,
menghirup telaga pengetahuan yang terjaga dari polutan kepentingan

~ Salam Sabtu Seru, Malam September Biru ~

Tentang Gus Adhim

| gembala desa | santri pembelajar selamanya di SPMAA | hobi fotografi untuk aksi filantropi | enthusiast of ICT & military | gadget collector | pengguna & penganjur F/OSS | IkhwaanuLinux | writerpreneur | backpacker | guru bahasa & TIK | pekerja sosial profesional |
Pos ini dipublikasikan di AdhiMind, AdhiMoto dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s