Ass, wa esemes, wa broadcast, wa blackberes

Konvergensi teknologi di satu sisi memang memudahkan hubungan sosial kemasyarakatan. Kehadiran piranti komunikasi dengan fitur-fitur canggihnya kian menyempitkan jarak dunia, mendekatkan manusia, dan mengefektifkan etos kerja.

Gadget dan media jejaring sosial hasil kemajuan komputasi global, terbukti mampu menciptakan sub-kultur baru yang sangat berbeda dari kebiasaan lama. Namun di sisi lain, kehadiran teknologi ini sering mereduksi makna hubungan sosial sesama manusia.

Contohnya ucapan selamat berlebaran, dulu harus ditulis di kartu satu per satu dan dikirim manual via kantor pos ke alamat berbeda-beda. Kini dengan kecanggihan teknologi, cukup sekali pencet dari keypad ponsel atau klik di media daring pertemanan, pesan otomatis terkirim ke jutaan teman. Jika kartu ucapan via pos relatif menguras biaya, maka ucapan daring cukup murah diongkos.

Secara fiqh, hukumnya mubah atau tidak ada masalah, jika niat berkirim ucapan salaman atau memohonkan permaafan diikhtiari via dunia maya. Hanya, permintaan maaf berlebaran yg dulu lekat dengan tradisi saling mengunjungi, kini sedikit bergeser. Ada kecenderungan, silaturahim daring seolah sudah menggantikan arti pertemuan. Afdol ibadah fardlu ‘ain direduksi oleh teknologi mesin.

Silaturahim daring, betapapun niatnya baik, mustahil menggantikan perjumpaan fisik. Jika itu diniati “yang jauh mendekat” dan “yang dekat lebih merapat”, pun tidak selalu berakhir begitu. Bahkan tidak jarang berbalik, yang dekat bisa jadi jauh. Misalnya, saat berdekatan dengan keluarga atau teman, komunikasi berlangsung sepi dan saling diam-diaman. Semua sibuk mengutak-atik gadget dan atau mesam-mesem menatap tablet.

Sila berkirim ucapan lebaran dan permaafan secara maya. Tapi perhatikan esensi maksud dan maknanya. Jika memang ingin bermaafan, maka beranikan menulis kesalahan yang kita lakukan. Ungkapkan dosa sejujurnya kepada orang yang kita kirimi pesan. Jangan cuma sudah yakin karena tulisan “minal aidin wal faizin”.

Perlu juga diperhatikan redaksi bahasa pesan. Semula berniat mulia, tetapi bila kurang hati-hati bisa ditafsiri blasphemy. Misalnya, penulisan “assalaamu’alaikum” yang sering disingkat “ass”. Jika ia dibaca secara bahasa, “ass” berarti (Inggris, maaf) “bokong manusia”.

Ingat, tidak ada “dosa” yang terhapus dari dunia maya. Selama teks dan data kita tersimpan di server, meskipun sudah kita delete di gadget, tetap saja ia bisa dibuka (recovery) selamanya. Keliru memelesetkan perkataan atau berpotensi merusak norma SARA, bisa dikenai UU ITE pasal 27 dengan ancaman pemenjaraan.

Rekaman tulisan, ucapan dan unggahan kita bisa jadi bukti digital forensik yang membawa kita ke ranah pidana. Belum lagi nanti ada tuntutan di hadapan pengadilan Allah SWT.

Silaturahim daring bisa dimaklumi jika jarak, cuaca, biaya, atau kondisi darurat bencana benar-benar menjadi kendala. Selain faktor itu, lebih afdol kita memprioritaskan tatap muka di dunia nyata.

Pesan pendek (sms) tidak akan pernah menggantikan makna silaturahim. Layanan broadcast tidak akan pernah bisa menggantikan nilai pertemuan dan persaudaraan. Gadget atau tablet, secanggih apapun fiturnya, tak kan mampu menjadi subtitusi makna erat salaman, hangat pelukan, dan khidmat sungkeman.

Tetaplah menulis Assalaamu’alaikum dengan benar. Rajinkan saling salaman dan silaturahim darat meski bukan hari Idul Fitri. Periksa redaksi bahasa sebelum mengirimkan ucapan lebaran dan permaafan. Hindari niat pamer kepemilikan via screenshot operator pesan atau penyedia peralatan.

Terpenting makna silaturahim di dunia nyata, apalagi dengan maksud bersalaman dan saling bermaafan, jangan sampai disalahkaprahi oleh parodi kalimat pesan singkat “Ass, wa esemes, wa broadcast, wa blackberes.”

Tentang Gus Adhim

| gembala desa | santri pembelajar selamanya di SPMAA | hobi fotografi untuk aksi filantropi | enthusiast of ICT & military | gadget collector | pengguna & penganjur F/OSS | IkhwaanuLinux | writerpreneur | backpacker | guru bahasa & TIK | pekerja sosial profesional |
Pos ini dipublikasikan di AdhiMinutes dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s