Bulan Penuh Makanan

Alhamdulillaah, Romadlon kembali menyapa kita. Seperti tahun-tahun lalu, dalam beberapa jam ke depan, aneka model ritual dan rupa aktifitas sosial menyambut Romadlon dapat kita lihat di berbagai komunitas masyarakat.

Tak lupa ketinggalan, persiapan makanan/minuman untuk gelaran buka bersama, khataman, Nuzulul Quran, selikuran, dan acara bertema Romadlon lainnya. Antusiasme ibadah masyarakat kita betul-betul terlihat saat Romadlon tiba.

Penting dicatat, bahwa puasa sebulan Romadlon hadir untuk melatih kekuatan jiwa kita, menyuplai energi ruhani, selain sebagai terapi detoksifikasi ragawi dari racun-racun makanan yang pernah kita konsumsi.

Selain persiapan fisik dan penyediaan bahan pangan, ada baiknya juga kita mulai memilih menu-menu terbaik makanan ruhani yang nanti mengasupi kita sekeluarga. Berikut ini makanan kesehatan ruhani yang afdol kita cukupkan sepanjang satu bulan ke depan.

Silaturahmi, sekadar bersalaman, kirim pesan pendek, menyapa lewat dunia maya, dan paling utama adalah mendatangi rumah kenalan atau kerabat dekat yang lama tidak bersua.

Lebih keren lagi bila kita berani mendatangi orang yang kita benci, kemudian utarakan perasaan dan minta kerelaannya untuk kembali sambung seduluran. Sudah banyak dalil agama maupun ilmu umum yang menyebut afdolnya silaturahmi, sehingga kita tinggal melaksanakannya saja segera.

Makanan ruhani ini sangat baik untuk keberlanjutan hubungan sosial dan dapat dijadikan menu istimewa pembuka hari pertama puasa kita. Silaturahmi di awal Romadlon ini sekaligus akan menghindarkan kita dari latah budaya lama, yakni cipika-cipiki Idul Fitri yang lebih bermakna sekadar tradisi kebiasaan daripada berbagi kerelaan dan keinsyafan.

Iktikaf, setiap detik, menit, jam dan hari dalam sebulan Romadlon nanti, upayakan konsentrasi fikiran dan ingatan hati kita tetap membumbung mengingat Allah. Bila tidak memungkinkan waktu khusus untuk iktikaf beberapa hari di masjid, kita masih bisa menempuh cara lain. Misalnya, iktikaf di tempat kerja dengan terus melafal istighfar, tahlil, bismillaah, tasbih, tahmid dan takbir sambil menyelesaikan pekerjaan.

Saatnya mulut kita yang terbiasa menyantap makanan ragawi atau bergosip sampah duniawi kita biasakan mengunyah wiridan untuk memenuhi asupan energi dan vitamin ruhani. Saatnya perut yang biasa setiap hari kita kenyangi, kini giliran hati dan ruhani yang kita asupi.

Berangkat jihad, amar makruf nahi munkar. Jika biasanya kita menyumbang makanan untuk buka puasa para duafa, maka sekarang patut kita coba juga, berbagi makanan ruhani dengan saudara seagama kita yang masih labil imannya.

Santri di tempat kami selama Romadlon ini, biasanya akan diikutkan paket layanan BBM (Belajar Bersama Masyarakat). Mereka akan berbaur di komunitas yang didatangi, lalu menyerap sebanyak-banyaknya ilmu baru dan bermanfaat dunia akhirat.

Di sela aktifitas BBM itu, mereka diwajibkan menyampaikan ayat-ayat tentang pola hidup sehat, persiapan bekal pulang ke akhirat dan pentingnya tanggungjawab masyarakat dalam mencegah maksiat.

Saya sarankan pembaca untuk mencoba menu makanan ruhani ini selama Romadlon nanti. Berkenalan dengan komunitas baru, catatan sepanjang perjalanan, dan respon masyarakat terhadap ajakan kita, adalah pengalaman yang mengesankan.

Luangkan waktu sehari atau seminggu untuk berbagi makanan ruhani ini. Di sinilah ketahanan mental dan fisik kita akan teruji betul. Saat diremeh-acuhkan kita belajar menahan marah, saat disanjung-puji kita berlatih mengendalikan kesombongan.

Ketika itulah, doa-doa kita terfokus kepadaNYA. Doa buat kekuatan jiwa kita, kesabaran hati kita, dan doa untuk terbukanya kesadaran orang yang kita nasehati. Sebagaimana kita pahami, doa adalah makanan terbaik bagi ruhani kita. Saat berjihad itu, kita ikhtiarkan berbagi doa sekaligus berbagi makanan ruhani kepada mereka yang membutuhkan bantuan suntikan iman.

Mereka yang sengaja tidak berpuasa, mereka yang enggan sholat, mereka yang belum bertutup aurat, mereka yang kemaruk dunia, mereka yang tidak tahu dosanya, mereka yang hobi korupsi, mereka yang suka gosip media, mereka yang masih makan riba, mereka yang lupa akhiratnya, mereka yang menduakan Tuhan, mereka yang haji dan umrah tapi masih pelit shodaqoh, mereka yang syahadat, sholat, puasa dan zakat tapi enggan berangkat jihad, adalah beneficiaries kita.

Mereka ini yang mengalami malnutrisi ruhani sehingga perlu kita asupi makanan kejiwaan berupa donasi doa, pendampingan dan peringatan agar mereka tidak mati dalam kekeliruan.

Perlu diingat, kita ditakdirkan menjadi umat terbaik (khoiro ummah) yang tugasnya adalah mengajak saudara semanusia kepada kebaikan dan mencegahnya dari kemunkaran. Pada Romadlon ini, alangkah baiknya kita buktikan tugas umat terbaik itu, yakni berjihad menyampaikan satu dua ayat kepada masyarakat.

Menu makanan ruhani itu bisa diperkaya dengan paket hidangan lainnya. Agar semakin bervitamin, kita bisa menambahinya dengan sedekah sebanyak-banyaknya, sholat tahajjud/sholat dluha sekuat-kuatnya, baca Al Quran beserta terjemahannya, akrabi masjid, berkumpullah dengan komunitas shalih/shalihah, sdan amalan Romadlon lain sesuai tuntuntan Rasulullah.

Supaya tidak mubazir ikthiar tadi, kurangilah bicara ghibah, istirahatkan nonton tivi, berjeda dari kebiasaan lama cuci mata, dan hindari keseringan jalan-jalan ke pusat perbelanjaan.

Pembaca semuanya, mari kita salami Romadlon ini dengan keseriusan niat perubahan menuju kebaikan. Diantara ikhtiarnya, kita penuhi hari-hari di bulan suci ini dengan asupan makanan keruhanian setiap detik dan menitnya hingga nanti hari raya tiba.

Mulailah meninggalkan tradisi jahiliyah yang keliru menyalahgunakan Romadlon sebagai “bulan perayaan” propaganda iklan profan dan pemuasan metabolisme badan.

Selamat menikmati menu makanan ruhani di bulan suci ini!

Tentang Gus Adhim

| gembala desa | santri pembelajar selamanya di SPMAA | hobi fotografi untuk aksi filantropi | enthusiast of ICT & military | gadget collector | pengguna & penganjur F/OSS | IkhwaanuLinux | writerpreneur | backpacker | guru bahasa & TIK | pekerja sosial profesional |
Pos ini dipublikasikan di AdhiMind dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s