Manimal

Stasiun TV NBC sekira tahun 80-an pernah siaran seri petualangan aksi yang lumayan mengilhami. Saat itu TVRI merelai serial tersebut hingga pemirsa di tanah air bisa turut menikmatinya.

Serial aksi ini berkisah seputar petualangan Dr Jonathan Chase yang dapat mengubah wujud wadagnya menjadi seekor binatang sesuai seleranya.

Sang lakon protagonista digambarkan sebagai manusia yang suka membantu aparat dalam menegakkan kebenaran. Untuk keperluan pertahanan dan penyamaran, Dr Jonathan bisa mengubah dirinya menjadi macan, elang, lumba-lumba, banteng, kobra, singa, dan hewan lainnya. Manimal, demikian judul seri petualangan aksi berdurasi 90 menit ini.

Pada genre yang agak serupa, produk film Hollywood sering menampilkan gagasan manusia berpurwarupa binatang melata. Transformasi dua makhluk berbeda ini dibuat semasuk akal mungkin dengan logika rumus kimia, ekses mutasi genetika, dan serangkaian kemajuan teknologi percobaan manusia hibrida.

Paling terkenal diantara karakter manusia hibrida yang digambarkan sineas mancanegara itu adalah vampire (manusia kalong) dan werewolf (manusia srigala).

Manimal, vampire, werewolf bercerita tentang kepribadian ganda seorang manusia. Filosofi yang dapat diambil dari legenda ini adalah mengenai sisi lain setiap manusia.

Ya, setiap manusia dibekali naluri hewani untuk kepentingan survival dan kebutuhan bersosial. Sebuah sumber qaul menyebut manusia sebagai al hayawanun naatiq, binatang yang berakal dan berbudi.

Secara definisi biologi, manusia diistilahkan homo sapiens, sebuah primata dari golongan mamalia yang memiliki otak dan budi berkemampuan tinggi.

Sebagaimana binatang, manusia butuh makan, perlu rumah, ingin hidup bersama, dst. Bedanya, manusia diberi akal, kelebihan belajar, sifat-sifat mulya, plus agama bagi yang mau mencarinya agar hidup sosialnya tertib, damai, rukun dan teratur.

Lebih berderajat lagi, manusia punya sejarah kelanjutan serial hidupnya di kampung akhirat yang baka. Sedangkan binatang hanya melata kisahnya, berakhir cukup sampai di dunia saja.

Karena dalam setiap manusia terdapat dua karakter berbeda, yakni naluri hewani dan manusia berbudi, maka dibutuhkanlah aturan dan peringatan agar sisi manusia tetap dominan mengayomi kehidupan. Maka dibuatlah norma sosial agar terwujud ideal kerukunan universal.

Maka diwahyukanlah agama beserta seperangkat RasulNYA supaya manusia tahu tata krama, tujuan hidup dan sejarah keberlangsungannya. Semua itu digunakan sebagai alat kendali, penangkal dan langkah antisipasi agar sisi hewani tidak berlebihan memonopoli.

Manimal, vampire, werewolf mungkin hanya ada di ranah fiksi. Kalaupun nyata, keberadaannya cenderung dirahasiakan. Namun hakikatnya, seiring berakhirnya jaman ini, mudah saja kita jumpai manimal, vampire, werewolf di sekitar lingkungan kita bermasyarakat.

Bahkan dalam diri kita sendiri, jika tidak hati-hati, akan terjangkiti transformasi vampire dan werewolf yang berdaya bunuh ini. Keseharian saling cakar-cakaran, mudah tersengat amarah, gandrung menikmati kekerasan berdarah, rakus menumpuk harta hasil menjarah, adalah hakikat dari tipikal destruktif vampire dan werewolf.

Sedikit lebih normal, saat ini pun sudah banyak manusia yang bisa berubah-ubah laksana “Manimal”. Saat pagi bisa jadi manusia berseragam dinas pantas dan gagah, tapi siang hari bisa berubah jadi tikus ganas yang serakah.

Saat beribadah bisa menampilkan figur saleh dan seolah amanah, tapi sesaat kemudian berubah jadi babi yang doyan nyeruput kotoran dan kemaruk memamah sampah. Pada satu waktu nampak dari televisi seperti tokoh santun terpercaya, namun setelah didekati ternyata ular beracun dan berbahaya.

Manimal” versi ini berbeda dengan Manimal di seri NBC. Satunya jahat, satunya baik. Kecenderungan era kalabendu ini, manusia banyak yang memilih jadi “Manimal” bagi kepentingan nafsunya sendiri.

Manusia enggan mengambil pilihan Manimal yang digambarkan berkarakter baik Dr. Jonathan. Pada level yang lebih memprihatinkan, kian ke sini, yang nampak bukan “Manimal” lagi. Tapi sudah berani bertelanjang diri jadi vampire dan werewolf yang medeni.

Citra vampire bisa ditemukan pada laku politik waroilholic negara adikuasa yang haus sumber daya dan bernafsu menjajah bangsa lainnya. Perang menjadi kabar yang dinantikan sebagai pasar komoditi bagus “bad news is good news”.

Provokasi digalakkan untuk melariskan dagangan persenjataan. Darah dan airmata anak manusia dijadikan minuman penghantar sidang para penguasa, hegemoni pribadi dan pimpinan yang kedonyan riak profan.

Wujud werewolf dapat dibuktikan dengan adanya praktik keserakahan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup di dunia, lupa keberlanjutan akhirat, hingga nekad saling menguati ego pribadi dan memperkaya diri sendiri.

Bukti werewolf lainnya bisa kita lihat pada isme-isme, golongan-golongan atau bahkan diri kita yang mengklaim kebenaran sebagai properti pribadi dan enggan mengakui kesalahan sendiri. Akibatnya seperti sekarang ini, perdamaian cuma utopi yang enggan membumi.

Maka saya mengajak pembaca semuanya, keluarga dan masyarakat Indonesia untuk kembali menjalani fitrah manusia seaslinya. Jadilah manusia mulya dengan ciri mahakarya penciptaanNYA, ahsani taqwiim. Marilah belajar menjadi manusia yang berfitrah suci dan bermasa depan ukhrowi yang abadi.

Bersabarlah menunggu derajat akhirat 99 % berupa kemenangan, kebebasan, kesenangan, kedudukan, kebanggaan, kemulyaan, dan keabadian. Sementara di dunia ini, cukuplah hidup sederhana saja.

Tak perlu berebut saling sikut, apalagi bernafsu membunuh dan menumpah darah hanya untuk berlomba mengekalkan fana kesementaraan dunia.

Jangan sampai kita ikuti kebanyakan purwarupa manusia yang gagal melakoni fitrah mulyanya, sehingga mereka menjadi asfala saafiliin, menjadi “Manimal”, vampire dan werewolf yang mendunia sekarang ini.

Idealnya bila belum bisa jadi manusia mulya seutuhnya, kita semua berharap setidaknya manusia bisa menempati derajat Manimal seperti yang tergambar dari aksi Dr. Jonathan di NBC tadi. Yakni manusia yang tetap manusia, meski dengan gawan kepribadian ganda al hayawanun naatiq atau homo sapiens, sesuai rumus dunianya.

Seapes-apesnya menjadi Dr. Jonathan Chase a.k.a. Manimal, manusia yang sekali-kali menuruti naluri hewani untuk aksi penyelamatan bumi, menebar kebaikan dan saling memberikan pertolongan dalam perkara kebenaran.

Tentang Gus Adhim

| gembala desa | santri pembelajar selamanya di SPMAA | hobi fotografi untuk aksi filantropi | enthusiast of ICT & military | gadget collector | pengguna & penganjur F/OSS | IkhwaanuLinux | writerpreneur | backpacker | guru bahasa & TIK | pekerja sosial profesional |
Pos ini dipublikasikan di AdhiMind. Tandai permalink.

2 Balasan ke Manimal

  1. surya berkata:

    memang julukan “manimal” saat ini rasanya makin menjadi…

    salam blogwalking

    hmsf08.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s