Rahayu Ramadhan

Alhamdulillaah, Ramadhan akan kembali lagi dalam beberapa hari. Bulan suci itu telah dinantikan penuh kerinduan dan segenap harapan. Semua umat Islam selalu menunggu hadirnya moment seribu bulan, sejuta rahmat, sejuta barakah dan sejuta ampunan itu. Saya juga terus berdoa di sepanjang Sya’ban ini, agar Allah SWT mempertemukan saya dengan Ramadhan, meski hanya sehari.

Ada beberapa informasi ramuan kegiatan Ramadhan yang ingin saya bagi bersama Anda semua agar bulan suci ini bersemangat perubahan menuju kebaikan. InsyaAllah di dalamnya termuat aktifitas ibadah, latihan amal sosial, ikhtiar pembelajaran, kampanye berita Al Quran, wisata kejiwaan, dan tips produktif menjalani Ramadhan.

Mendahulukan Buka Buat Kaum Miskin & Papa. Cobalah memenuhi aktifitas ngabuburit dengan amal tingkat elit, yakni berikan jatah berbuka Anda untuk si miskin, yatim, lanjut usia telantar, serta para tahanan fakir di penjara. Cukuplah kita mengambil jatah takjil kecil penanda buka: air putih dan kurma sebutir saja.

Masaklah menu terbaik dan terenak, lalu kirimkan ke tempat kaum ardzalun itu berkumpul. Ajak anggota keluarga untuk mendidik mereka tentang berbagi barokah bulan suci, sekaligus latihan menikmati rekreasi hati ala muzakki. Lakukan dengan ikhlas dan bersemangat. Iringi doa semoga Allah SWT menerimanya dan malaikat rahmat merekamnya.

Sekadar diketahui, Allah SWT mewahyukan surat Al-Insan ayat 8, “Dan mereka memberikan makanan yang dicintainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan” adalah dilatari peristiwa keluarga Fatimah. Hari pertama ketika hendak berbuka puasa, tiba-tiba datang orang miskin, hari kedua anak yatim, dan hari ketiga bekas tahanan, semua meminta jatah makan.

Akhirnya dalam tiga hari itu, semua hidangan calon berbuka puasa dihibahkan dan keluarga ahlul baitini rela menunda lapar demi kebaikan yang lebih besar. Menu berbuka puasa halal yang siap santap tidak sempat dikecap, tapi ikhlas disedekahkan kepada yang lebih membutuhkan.

Bila Anda ingin mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah seperti Rasulullah, Ali dan Fatimah, tiru teladan mulia itu. Di Ramadhan ini, Allah SWT memberi kesempatan kepada kita semua untuk mempraktikkannya.

Tadarus Bahasa Indonesia & Jawa. Buat kegiatan tadarrus Al Quran bersama keluarga lebih bermakna dengan cara membaca terjemahan Al Quran bahasa Indonesia dan atau bahasa Jawa. Anda bisa memilih terjemahan Al Quran terbitan Departemen Agama atau Kitab Tafsir Al Iklil karangan K.H. Misbach Bangilan Tuban. Anda bisa juga memilih terjemahan Al Quran lain sesuai bahasa yang Anda kuasai.

Intinya, saya ingin kita semua bisa praktik tadarrus (pembelajaran) sesungguhnya. Membaca Al Quran dengan arti yang mudah dipahami. Bukan sekadar melantunkan bacaan Al Quran asalkhataman, apalagi tergesa balapan. Dengan moco Al Quran sak maknane, selain berfungsi tombo ati, juga akan melahirkan senarai pencerdasan iman.

Dari tadarrus Al Quran berbahasa lokal itu, Anda bisa mendapatkan insight, bahan cerita untuk keluarga, dongeng inspiratif anak-anak kita, penguat etos kerja dunia, penyemangat amal akhirat, pengendali nafsu maksiat, selain tentu saja pahala dan barokahNYA.

Penting dicatat adalah tindak lanjut setelah  tadarrus berkait perintah, peringatan dan larangan yang ada dalam Al Quran. Harus mewajibkan diri untuk mengimani dan menunduk-patuhi. Pada konteks ini, niat tadarrus Al Quran adalah menguati tali kekang pengendali hati sekaligus proses bercermin perbuatan diri.

Bermaafaan Sebelum Ramadhan. Menjelang bulan suci ini, baiknya jiwa raga juga disucikan dengan permaafan. Jika tradisi kemarin bermaafan menjelang awal Syawal, maka sekarang kudu diubah sebelum masuk Ramadhan. Teliti sedetail mungkin dosa yang pernah kita perbuat. Jika dosa berkenaan dengan Allah SWT, sekarang juga menangis taubat kepadaNYA. Jika berkaitan dengan haqul-adam (baca: HAM), segera mintakan maaf langsung kepada orangnya.

Saya juga sepenuh hati mohon maaf kepada Anda semua para pembaca. Bila diantara tulisan saya pernah menyinggung perasaan atau dirasa kurang berkenan, saya mohon maaf seikhlasnya. Semoga memasuki Ramadhan ini, jasmani dan ruhani kita semua dibersihkan sesuci-sucinya.

Memperbanyak Iktikaf & Mengurangi Omong Kosong. Ramadhan akan afdol jika kita memperbanyak iktikaf sekaligus retreat perenungan. Iktikaf idealnya dilakukan di masjid. Tapi bila aktifitas kita penuh, iktikaf tetap bisa dilakukan dengan cara konsentrasi mengingat Allah SWT di setiap detik pekerjaan kita.

Lafalkan wirid Bismillaahistighfartasbihtahmidtakbir, dan tahlil mengiringi kesibukan rutinitas harian. Selain berfungsi retreat perenungan, iktikaf cara ini akan mengurangi kebiasaan omong kosong (lagha) yang tidak berguna dan berpotensi dosa.

Menikmati bulan suci tanpa televisi. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa tayangan televisi kurang mendidik bagi pembelajaran anak dan keluarga. Nah, di bulan Ramadhan ini ayo kita coba sebulan berhenti menonton televisi. Ganti dengan silaturahmi anjangsana ke kerabat atau tetangga, telaah sirah nabawiyah, “rekreasi” edukatif ke masjid, main drama bersama keluarga, menjenguk orang sakit, bersih-bersih rumah, tanam pohon atau aktifitas lain berkaitan sayang lingkungan.

Ikhtiar ini sekaligus kita niati sebagai latihan menangkal syahwat iklan profan yang kian gencar ditayangkan selama bulan Ramadhan. Karena jika tidak dengan cara begitu, Ramadhan kita akan berlalu seperti yang dulu-dulu: cuma dapat kenyang, jadi korban iklan dan ganti baju baru melulu!

Akhirnya saya pungkasi tulisan ini dengan ucapan “ahlan wa sahlan Ramadhan, Rahayu Saudaraku, Marhaban Bulan Kebaikan dan Selamat Menuai Berkat”.

Tentang Gus Adhim

| gembala desa | santri pembelajar selamanya di SPMAA | hobi fotografi untuk aksi filantropi | enthusiast of ICT & military | gadget collector | pengguna & penganjur F/OSS | IkhwaanuLinux | writerpreneur | backpacker | guru bahasa & TIK | pekerja sosial profesional |
Pos ini dipublikasikan di AdhiMind. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s