Kolom Lentera – Surabaya Post, Kamis (10/5/2012)
Ada satu tradisi dalam budaya keluarga petani di desa kami yang disebut porang. Ini adalah kisah tentang kaul pelayanan, kesetiaan pekerjaan, dan perjuangan profan dalam mencapai kesejahteraan.
Porang adalah sebutan bagi seseorang yang diangkat sebagai pembantu kepercayaan dalam sebuah keluarga petani berada atau Wak Kaji yang kaya – biasanya punya puluhan hektar sawah/tambak berserak. Porang sering berasal dari warga petani desa biasa atau duafa. Ia diandalkan keluarganya sebagai pencari rejeki. Lanjut membaca →
Like this:
Be the first to like this post.